PENYUSUNAN DESIGN OLAHRAGA DAERAH PROVINSI PAPUA TAHUN 2024

Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua belum lama ini melakukan uji publik Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) Tentang Desain Olahraga Daerah (DOD) menuju Papua sebagai Provinsi Olahraga.

Uji publik tersebut yang dilakukan di Jakarta, menghadirkan perwakilan kemenpora, menko PMK, Bapenas, BP3OKP dan pemerintah provinsi Papua. Asisten III Setda Provinsi Papua Derek Hegemur mengatakan rapergub itu langkah strategis dalam upaya mengembangkan dan memajukan olahraga di Papua.

“Olahraga memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan karakter, kesehatan, dan persatuan masyarakat,” kata Derek Hagemur, Minggu (22/9/2024). Menurutnya, olahraga jadi sarana tunjukan prestasi generasi muda Papua. Sehingga rapergub itu sebagai acuan dalam perencanaan dan pengelolaan olahraga agar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Rapergub ini kerangka kerja dalam mengembangkan olahraga di Papua, sehingga rancangan ini dapat disempurnakan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Disorda Papua Sonya Monim mengatakan rapergub didasari adanya desain besar olahraga nasional. Dimana diperlukan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang secara terintegrasi dan kolaboratif.

“Dalam uji publik ada catatan penting yang nantinya dibahas lagi, seperti tentang kesesuaian rencana strategis dengan prioritas nasional, penetapan prioritas penggunaan anggaran daerah, integrasi dengan rencana pembangunan daerah, koordinasi antar instansi, kebijakan pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ucap dia. Menurutnya, olahraga merupakan bagian dari talenta orang Papua. Sehingga harus adanya kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan secara efektif, efesien dan berkelanjutan baik olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan industri olahraga.

Dalam rapergub desain olahraga daerah terdapat sejumlah cabang olahraga prioritas seperti bulutangkis, taekwondo, angkat besi, balap sepeda, panjat tebing, renang, panahan, atletik, menembak, senam artistik, wushu, pencak silat, karate, dan dayung.  Kemudian cabang olahraga paralimpiade, seperti para badminton, para tenis meja, para angkat besi, para atletik, dan para renang.


Share :